CORONA, SIAPA KAU SEBENARNYA
siapa kau sebenarnya datang
tiba-tiba
menyatu dalam perputaran matahari
tanpa henti.
kini berkendara angin menebar resah
berjalan tanpa arah seketika lalu
kausinggah
menitipkan sekerat gundah
siapa kau sebenarnya, utusankah?
pembawa sepasang kitab, kebaikan
dan keburukan
: yang kini kian tak berwajah
atau, kaulah wajah keserakahan
mengepakkan sayap-sayap jiwa
bedebah
: para pemasung peradaban
siapa kau sebenarnya, masih
rahasia
bumi telah lelah menyangga
matahari
lalu mengajakmu bercengkerama
kau menari berirama nyanyian
langit
menyapa daunan yang gersang
sesak dalam dekap asap garang
siapa kau sebenarnya, penandakah?
padahal langit masih bercahaya
cerah
: tak menjanjikan kepala dengan
kabut-kabut
jalanan masih sepi permainan
nafsu
engah nafas-nafas itu masih
berselaput malu
dan rumput liar pun belum
menuntaskan rindu
siapa kau sebenarnya, datang
tiba-tiba
mengajak mata-mata menyemai
prasangka
: di setiap tatapan cinta
Mojokerto, 11 April 2020