AGUS SALIM

MENUKU

Sabtu, 11 April 2020

Corona - Agus Salim


CORONA, SIAPA KAU SEBENARNYA
 by Agus Salim

siapa kau sebenarnya datang tiba-tiba
menyatu dalam perputaran matahari
tanpa henti.

kini berkendara angin menebar resah
berjalan tanpa arah seketika lalu kausinggah
menitipkan sekerat gundah

siapa kau sebenarnya, utusankah?
pembawa sepasang kitab, kebaikan dan keburukan
: yang kini kian tak berwajah

atau, kaulah wajah keserakahan
mengepakkan sayap-sayap jiwa bedebah
: para pemasung peradaban

siapa kau sebenarnya, masih rahasia
bumi telah lelah menyangga matahari
lalu mengajakmu bercengkerama  

kau menari berirama nyanyian langit
menyapa daunan yang gersang
sesak dalam dekap asap garang

siapa kau sebenarnya, penandakah?
padahal langit masih bercahaya cerah
: tak menjanjikan kepala dengan kabut-kabut

jalanan masih sepi permainan nafsu
engah nafas-nafas itu masih berselaput malu
dan rumput liar pun belum menuntaskan rindu

siapa kau sebenarnya, datang tiba-tiba
mengajak mata-mata menyemai prasangka
: di setiap tatapan cinta

Mojokerto, 11 April 2020

Bersatu - Nia Miftachus Sholeha

                   Bersatu Melawan Corona
Oleh : Nia Miftachus Sholeha

Bersatu melawan Corona
Menyemangati bukan memaki
Solidaritas bukan solidaritas

Kita bersatu untuk melawan
Ini musibah bukan muslihat
Berjuang agar terlepas dari Corona
Kita bertindak bukan melihat

Sebagai warga kita harus bantu
Para medis pahlawan kita
Pemerintah pedoman kita
Saling mengerti,saling melindungi
Apapun yang terjadi

Berdo'a dan bersujud pada Tuhan
Mengerti perasaan
Dan mengerti keadaan
bersatu melawan Corona
yang menyiksanya

Sumengko,11 April 2020

Wabah - Nayla Faraz

WABAH CORONA
by Nayla Farraz

Sering kali di remehkan
Tapi sangat mematikan
Dengan satu hembusan
Banyak korban berjatuhan

Tak mengenal usia
Tak mengenal pangkatnya
Semua pasti terkena

Manusia yang awalnya damai
Sekarang dibantai
Penuh ketakutan
Penuh penderitaan

Manusia yang awalnya lupa tuhan
Sekarang meminta ampunan
Melihat kuasa Allah
Semua tunduk pada satu wabah

Sungguh besar kuasanya
Membuat para umatnya
Menjadi tak bernyawa

Beribu korban yang tumbang
Tak cukup mebuatmu kenyang
Banyak medis di garis depan
Menjadi korban

Banyak orang kelaparan
Tetapi harus bertahan
Harus berhenti dalam pekerjaan
Membuat banyak kesengsaraan

Kapan kau pergi

Tugas - Dinda Ayu Pratiwi

TUGAS ONLINE
by Dinda Ayu Pratiwi

Hari demi hari telah ku lalui
Tugas demi tugas semakin merajalela
Entah itu tugas tulis ataupun ujian praktek
Ingin rasanya kita semua bersekolah seperti biasa

Sebenarnya hati ini ingin berteriak
Sebenarnya hati ini ingin menjerit
Dan berkata "Mengapa ini semua terjadi?"
Sampai kapan "Sampai kapan ini semua berakhir?"

Segala ujian pun ditiadakan
Semua itu hanya karna dirimu wahai Corona
Apa kau tak lelah menjelajahi dunia ini?
Apa kau tak kasihan, sudah berapa banyak nyawa yang sudah kau renggut?

Kami para siswa juga ingin sekolah seperti sediakala
Kami jenuh sekolah online
Kami semua bosan hanya duduk diam dirumah
Kami semua merindukan dunia kami yang dulu

Wahai Corona...
Tuntaskan tugasmu
Dan tinggalkanlah bumi pertiwi ini

Mojokerto, 11 April 2020

Negeri - Agus Salim

NEGERI SEDANG MEMINTA
(Buat Perawat Pasien Covid 19)
 by Agus Salim

tidak menyangka akan begini
riang senyap dalam sekejap
kesabaran menjadi ujung pisau
menawarkan sekarat segala risau

tapi mau bagaimana lagi
keadaan kian menyita nyali
berjibaku, hidup atau mati
demi penghuni negeri ini

air matamu kini sunyi
lindap dalam lelap lelah
sebab langkah negeri ini
kini kerih terpanggang perih 

semilir nyalimu desah pasrah
berkelindan luka dan cinta
segala hasratmu kian terjarah
sebab negeri sedang meminta

Mojokerto, 09 April 2020

Jenuh - Dinda Ayu Pratiwi

JENUH
by Dinda Ayu Pratiwi

Kau datang bukan dari negeriku
Banyak pahlawan yang gugur karnamu
Hariku penuh dengan kejenuhan
Layaknya seorang tahanan
Yang tak berbuat kesalahan

Ku hanya ingin kembali menjadi nyaman
Bercanda riang dengan teman
Beraktivitas penuh dengan kegembiraan

Pergilah engkau dari negeriku
Agar aku bisa menikmati duniaku
Layaknya lembaran baru
Di bawah langit yang biru
Dan memulai hari-hariku

Mojokerto,12 April 2020

Rumah - Nayla Farraz

RUMAH
by Nayla Farraz

Hanya itukah perlindungan
Untuk jadi tempat yang aman
Tak mengenal kebosanan
Tetap kita lakukan

Lalu apa kabar makanan
Masih cukupkah penghasilan
Untuk menunda kelaparan

Demi keselamatan
Harus menahan kehausan
Demi keluarga
Akan memberi nyawa

Kapan kita harus keluar
Menghirup udara segar
Kapan kita melihat pepohonan
Yang terasa menyejukan

Apa yang bisa kita lakukan
Hanya ada kebosanan
Dan rasa ketakutan
Yang terus menghampiri

Rumah, apa aku bisa keluar sekali
Untuk menghibur hati
Yang lelah sedari tadi

Karena disini
Ekonomi berhenti
Karena disini
Tugas terus menjadi jadi

Sumengko, 12 April 2020

Stay - Whirdyana Shalfa Ayubi

STAY AT HOME
by  Whirdyana Shalfa Ayubi

Oh ini namanya stay at home
Dilarang keluar rumah
Harus selalu didalam rumah
Dengan tugas yang selalu ada
Setiap menit pun tugas datang
Baru kali ini liburan yang harus tetap dirumah
Dengan mengisi hari dengan mengerjakan tugas
Lama kelama'an menjadi bosan
Bosan dan bosan
Pemberian tugas pun berturut-turut
Selama ini uang saku pun ikut libur
Tetapi itu semua sangat bermanfaat
Dikala waktu luang untuk mengerjakan
Dan ilmu selalu bertambah
Semakin hari aku lebih suka mengerjakan tugas
Dengan rasa tanggung jawab
Aku berhasil mengirim hasil pekerja'an dengan tepat
Dengan bantuan orangtua
Aku selalu berusaha lebih baik
Semoga virus ini cepat pergi
Agar semua kembali seperti semula
Bisa melaksanakan sekolah dan kepentingan lain
Dan aku bisa berkreasi tanpa pembatasan

Sumengko,11 april 2020

Kepompong - Agus Salim

KEPOMPONG ITU
 by Agus Salim

semisal dalam garba pertapaan
bergelantung tanpa sehelai udara
mengekang diri tanpa kata
: segala raga dalam kesunyian

detak-detak waktu hanya asa
membelai puncak binar mata
pada kepak penuh warna
: di antara mekar bunga-bunga

rasa sirna dalam hasrat
berselubung luka yang fana
pasrah bersimpuh dalam munajat
: cinta menyemayam di dada

kepompong itu serupa ayat-ayat
meraba di relung-relung rasa
kemana jiwa akan berpanjat
: agar ruh menyapa surga

Mojokerto, 9 Maret 2020

Featured Post

Corona - Agus Salim

CORONA, SIAPA KAU SEBENARNYA   by Agus Salim siapa kau sebenarnya datang tiba-tiba menyatu dalam perputaran matahari tanpa hent...